Ada 13 Syarat Agar Multi Level Marketing Punya Status Halal Dari Mui

Penipuan berkedok investasi yang menjanjikan penghasilan besar masih saja mencuri hati masyarakat Indonesia. Pasalnya mereka selalu berubah dan berinovasi dalam membungkus dan mengemas bisnis yang pada umumnya menggunakan skema Ponzi. Mereka selalu berhasil meyakinkan masyarakat dengan menjanjikan keutungan yang besar dalam waktu yang relatif singkat. Alih-alih mendapat keuntungan, mereka malah terjebak dan menjadi korban penipuan.

Sebenarnya, mereka bisa saja mencapai hadiah tersebut, asalkan mau bekerja lebih keras dan gak malas. Misal, A berhasil merekrut B, kemudian B berhasil merekrut C, C berhasil merekrut D, dan seterusnya. Dengan kasus seperti itu, A bisa mendapatkan bonus lebih dari keberhasilan B, C, D, dan seterusnya, meskipun A hanya merekrut B. Misalnya, apabila A merekrut B, dan B merekrut C, maka A akan mendapatkan bonus atas kerjanya sendiri dan kerja B, begitu seterusnya. Tapi mereka terlanjur punya impian yang tinggi seperti halnya saya dulu. Mereka terus menghubungi saya untuk membantu meyakinkan calon member baru.

Jangan hanya mengandalkan prospek online, sekali-kali prospek offline bakal memperluas kesempatan kita bisa merekrut lebih banyak. Jika kita seorang istri dan ibu yang berbisnis Oriflame, segera deh cari ART, agar rumah nggak kayak kapal perang diserbu bom saking kita BENAR-BENAR NGGAK ADA WAKTU buat bersihin rumah. Jangan mau dipaksa melakukan hal-hal yang merugikan keluarga kita, misal menumpuk produk dengan uang belanja sehingga uang belanja kurang, lalu ngeluh ke suami lalu suaminya malah emosi. Daaannn bahkan lebih dari poin di atas, demi mengejar goal, apapun dilakukan, termasuk menumpuk produk yang sama sekali nggak terpakai di rumah, apalagi terjual.

Dengan Rp 2 juta, kamu mendapatkan keuntungan bonus keberhasilan merekrut anggota, dan mendapatkan keuntungan dari penjualan produk. Kerugian bisnis MLM yang pertama, yaitu kamu akan terjebak dalam skema piramida. Skema yang aturannya di Indonesia belum jelas secara hukum ini, secara tidak langsung memaksa para anggota MLM untuk mencari, serta merekrut anggota baru yang lebih banyak. Dengan produk yang variatif, Anda akan lebih mudah menawarkannya dan tentunya menjaring downline. Selain itu, Anda juga bisa memilih barang yang harganya sesuai anggaran. Jangan lupa, pastikan produk tersebut juga memiliki kualitas yang bagus.

Jika sebuah perusahaan MLM mempunyai sistem yang baik untuk bisa membantu para member atau distributornya agar bisa sukses, maka Kamu juga berpeluang untuk sukses. Tapi, dengan produk yang beragam, tentunya Kamu akan memiliki kesempatan yang besar dan mudah untuk bisa mendapatkan pelanggan baru dan atau menjaring member baru. Buat kamu yang berniat menjalankan bisnis ini, saya sarankan untuk selalu waspada dan berhati-hati sebelum bergabung, karena ada banyak jenis Bisnis MLM yang bermunculan dan sering melakukan penipuan. Tidak hanya dalam perusahaan konvensional pada umumnya, MLM juga memiliki prinsip kerja yang harus dipatuhi dan menjadi aturan tersendiri di dalam bisnis ini agar bisa memperoleh keuntungan besar. Mc Connel lalu menjadikan Mrs. Albee sebagai California Perfume Lady yang pertama, yang bertugas melakukan aktifitas penjualan langsung dari rumah ke rumah. Jika pun ada Toko khusus yang menjual produk MLM, umumnya mereka adalah perwakilan dari perusahaan MLM di daerah tertentu yang sering disebut sebagai Stockist.

Mengikuti bisnis MLM

Jika para upline di MLM tersebut tidak aktif atau hanya mengandalkan downline untuk menjual produk atau mengembangkan jaringan mereka, maka sebaiknya Anda tidak memilih perusahaan MLM tersebut. Selain karena hanya menyusahkan Anda sebagai pendaftar yang baru , bisnis MLM yang demikian ternyata juga dianggap banyak pihak sebagai sesuatu yang kurang sehat. Umumnya pada bisnis MLM yang baik, para upline akan aktif memberikan assist berupa bantuan, pembinaan, dan membagikan ilmu marketing kepada downline mereka. Bahkan tak jarang para upline ini akan turun tangan di lapangan untuk bisa memberikan cara atau metode mendapatkan member baru dan menjadikan downline-nya naik degree.

Semakin berkembang jaringan di bawahnya, semakin naik posisi seorang agen MLM. Multi Level Marketing atau MLM merupakan istilah yang cukup familiar di tengah masyarakat kita. Salah satu yang membuatnya menonjol adalah agresivitas dan antusiasme pemasar-pemasarnya dalam memasarkan produk dan merekrut anggota baru. Tak jarang promosinya diwarnai dengan testimoni anggota sebelumnya yang sudah mendapatkan benefitnya. Itulah mengapa banyak orang yang tertarik untuk menjadi anggota dari bisnis MLM.

Ketika memulai bisnis, tidak ada salahnya untuk melibatkan teman dan keluarga jika mereka ingin bergabung, tetapi jika mereka enggan mengikuti bisnis tersebut, jangan terlalu memaksa untuk bergabung. Agar tetap aman dari skema piramida dan penipuan MLM, Anda perlu membekali diri dengan pengetahuan. Pelajari industri MLM yang akan diikuti dan pastikan diri bahwa Anda cocok dengan bisnis dan produk tersebut. Karena kualitas produknya yang sudah terbukti, pengguna akhirnya banyak yang bergabung menjadi anggota dan membeli produknya berulang kali. Perusahaan MLM yang baik pasti memiliki help sistem yang baik secara offline dan online, serta mudah diakses membernya, sehingga memudahkan membernya untuk mengoptimalkan kegiatan marketingnya. Bisnis MLM yang tidak sehat akan menerapkan sistem orang yang lebih dulu bergabung akan lebih sukses dibanding dengan orang yang bergabung belakangan.

Terakhir suggestions untuk memilih bisnis MLM yang baik dari saya adalah dengan melihat support sistemnya. Jika sebuah perusahaan MLM tidak memiliki assist system, lebih baik tidak usah bergabung. Bukan Cuma varian produk yang beragam yang patut Kamu cek, komponen harga juga harus menjadi bagian yang wajib Kamu cermati.

Dalam sistem MLM, tenaga pemasar adalah para distributornya sendiri, jadi para distributor tersebut akan menjadi bos dan mempekerjakan dirinya sendiri. Sedangkan untuk bisnis konvensional, barang harus melewati pihak produsen-distributor-pedagang eceran-dan konsumen. Keberhasilan mitra niaga dalam mengajak dan menambah anggota akan mampu meningkatkan omset perusahaan, sehingga akan memberikan keuntungan yang maksimal. Oleh karena itu, perusahaan akan memberikan keuntungan pada mitra niaganya dalam bentuk insentif berupa bonus. Menurut Kany, kalaupun dalam penjualan itu melibatkan sejumlah orang, maka mereka berfungsi sebagai mitra untuk mengakselerasi target penjualan. Hal ini, menurut dia, berbeda dengan pemahaman money sport yang menjadikan tambahan anggota untuk memperoleh bonus dan menaikan pangkat.