Anak Positif Covid

Tidak terasa sudah setahun lebih pandemi virus corona melanda dunia. Hal ini membuat beberapa kebiasaan lama mesti disesuaikan dengan kondisi, guna menurunkan potensi penularan virus penyebab COVID-19. Aturan permainan di dalam keluarga adalah tidak boleh melanggar aturan yang dibuat, tidak ada alasan untuk mengkritik, bermain sampai akhir, dan memberi selamat pada yang menang. Ini akan mendorong sportifitas yang baik pada anak selama mereka berada di rumah. Melakukan panggilan video bisa menjadi kesempatan yang baik untuk anak bekerja mengenali dan merespon emosi orang lain. Untuk belajar ngaji tahsin ini khusus untuk anak dan ibu yang tinggal di dekat muntilan saja ya.

Waktu dan tempat belajar adalah sesuai kesepakatan calon peserta dengan pengajar dan semua peraturannya sama dengan kelas common. Guru bisa minta bantuan orang tua melalui tugas yang diberikan. Untuk tingkat SD, anak diajari pula menuliskan laporan dalam bukunya.

Mengajarkan anak membaca secara online

Ini adalah salah satu proses kompleks yang membutuhkan pengajaran yang tepat dari berbagai keterampilan dan strategi. Cara mengajari anak membaca bisa dilakukan ketika anak mulai memasuki masa sekolah. Jika anak sudah mengerti abjad dan paham soal suku kata, cobalah untuk melatih anak membaca secara utuh.

Namun berbagai penelitian menyebut kesadaran fonik penting bagi anak kecil dan mereka yang kesulitan membaca. Ketika si Kecil sudah bisa diajak berkomunikasi dengan baik, membacakan nyaring hendaknya bersifat interaktif. Salah satunya dengan melibatkannya dalam penggunaan berbagai kosakata. Di akhir sesi membaca si Kecil bisa didorong untuk menceritakan kembali isi buku. Batasi waktunya, jika belajar terlalu lama, anak mungkin akan merasa bosan.

Sebagai hadiah setelah menyelesaikan pelajaran, anak akan mendapatkan stiker-stikerunyu untuk dikumpulkan. Sesuai namanya, anak-anak menuntun hewan-hewan keskateboard dan memakaikan mereka helm sesuai dengan nama mereka. Salah satu permainannya adalah “Magic Letter Bridge”, di mana anak-anak diajarkan untuk menyusun suara huruf menjadi kata-kata sambil menuntun Tommy si Kura-kura melintasi jembatan huruf.

Untuk anak dengan usia 1-3 tahun, bacakan buku dengan cerita-cerita pendek dan buku lagu. Lebih lanjut, pada anak usia 3-5 tahun berikan anak buku dengan sedikit lebih banyak teks dan gambar agar tidak membosankan. Anak-anak biasanya suka bermain di tempat yang memiliki warna dan gambar yang menarik.

Nama-nama buah seperti pisang, apel, semangka, jambu, pir bisa anda gunakan. Saat kosakata anak semakin banyak, ajak dia untuk mengenalnya dalam susunan huruf. Siapapun tidak akan mau belajar saat suasana hatinya sedang tidak enak, Bu, terutama anak-anak. Untuk itu sebaiknya Ibu membatasi waktu belajarnya dan perlahan tingkatkan frekuensinya. Misalnya hanya satu jam dalam sehari, kemudian pada minggu berikutnya satu jam dengan dua kali sesi dalam sehari, dan seterusnya. ASI adalah terbaik bagi buah hati, SGM sangat mendukung pemberian ASI.