Vitamin Untuk Daya Tahan Tubuh Yang Bisa Dikonsumsi Setiap Hari

Dengan kandungan antioksidan tinggi, selenium bisa meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, kecuali bagi mereka yang mengidap autoimun. Beberapa suplemen yang bisa dikonsumsi pasien Covid-19 untuk meningkatkan daya tahan tubuh. “Untuk mendapatkan kadar vitamin D yang optimal, berjemur terus-terusan juga sulit karena orang butuh bekerja. “Jangan lupa antioksidan untuk melawan radikal bebas, vitamin agar fungsi tubuh terjaga, dan mineral agar kinerja tubuh dan organ terjaga baik,” imbuhnya. Selain vitamin C, vitamin lainnya adalah vitamin E yang menjadi kunci untuk sistem kekebalan tubuh tetap sehat. Vitamin E adalah vitamin yang larut dalam lemak, artinya membutuhkan kehadiran lemak agar bisa diserap dengan benar.

Namun, masakan ringan meningkatkan vitamin A dan memungkinkan nutrisi lain dilepaskan dari asam oksalat. Menurut National Center for Complementary and Integrative Health Trusted Source, bawang putih juga dapat membantu menurunkan tekanan darah dan memperlambat pengerasan pembuluh darah. Bawang putih menambah cita rasa untuk makanan dan itu harus dimiliki untuk kesehatan Anda. Buah sitrus yang populer meliputi jeruk bali, jeruk, jeruk keprok, lemon, jeruk nipis, dan clementine.

Banyak orang yang beralih ke vitamin C saat mereka merasa tak enak badan. Selain itu, stroberi mengandung sejenis antioksidan yang disebut antosianin, yang membuatnya berwarna merah. Merangkum WebMD, tak hanya rendah kalori, blueberry dikemas juga dengan nutrisi dan antioksidan yang mumpuni.

Namun, sebuah studi menunjukkan bahwa orang dengan kadar vitamin D yang rendah memiliki peluang 7,2 persen lebih tinggi untuk terinfeksi Covid-19. Dijelaskan, beberapa penelitian menunjukan bahwa asupan vitamin D yang cukup mampu mengurangi risiko seseorang untuk terinfeksi Covid-19. Menurut penelitian terbaru, pasien Covid-19 yang asupan vitamin D tercukupi pun cenderung memiliki gejala yang lebih ringan daripada pasien Covid-19 yang kekurangan vitamin D. Sebaliknya, kekurangan vitamin D bisa meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan atas, salah satu gejala dari penyakit Covid-19. Tidak dianjurkan mengonsumsi suplemen dalam jumlah berlebih kecuali Anda diresepkan.

Seperti halnya pepaya, kiwi secara alami juga mengandung banyak nutrisi mulai dari folat, kalium, vitamin K, dan vitamin C. Vitamin C yang ada dalam kiwi, dapat membantu meningkatkan sel darah putih untuk melawan infeksi. Sedangkan nutrisi kiwi lainnya dapat menjaga agar seluruh tubuh Anda berfungsi dengan baik. Vitamin E merupakan vitamin yang dapat menjaga sistem kekebalan tubuh, yang mudah larut dalam lemak.

Vitamin untuk menambahkan imun tubuh

Jika sebelumnya, Anda terbiasa dengan porsi asupan yang sembarangan, maka mulai sekarang aturlah asupan dengan baik. Hal ini perlu dilakukan agar gizi dalam tubuh bekerja menghasilkan imun dengan optimum. Berdasarkan data yang dikutip dari situs worldometers.information,virus corona atau nama lainnya Covid-19 ini telah menyebar cepat ke 192 negara, termasuk Indonesia. Alhasil, Organisasi Kesehatan Dunia telah menetapkan wabah corona sebagai pandemi.

Untuk anak laki-laki berusia 10 – 12 tahun membutuhkan zinc sebanyak eight miligram per hari dan pada usia thirteen tahun kebutuhannya meningkat menjadi eleven miligram per hari sama seperti laki-laki dewasa. Sumber vitamin D bisa didapatkan dari kuning telur, ikan, susu sapi, dan jenis makanan lainnya. Vitamin B6 juga memainkan peran very important untuk memproduksi sel darah merah.

Mengonsumsi vitamin C setelah masuk angin juga dapat membuat gejala Anda tidak terlalu parah.

Mangga juga kaya dengan serat yang mampu menjadi antioksidan untuk mencegah potensi kangker pada payudara dan usus. Oleh sebab itu mangga juga memiliki kandungan vitamin C yang kaya akan serat dan dapat menjadi imun bagi tubuh kita. Mineral Zinc merupakan mikronutrien penting yang memainkan peran yang besar dalam banyak fungsi fisiologis tubuh. Salah satu fungsi utama Zinc adalah perannya dalam sistem kekebalan tubuh.

Ahli gizi Dokter Tan Shot Yen mengatakan sinar matahari pada pukul 10 pagi merupakan waktu yang paling tepat karena matahari pada jam tersebut akan memancarkan sinar ultraviolet B. Dan UV B ini gelombangnya lebih pendek, didaerah khatulistiwa sekitar jam 10.00 WIB sinar matahari ini sudah ada. Ketika ultraviolet B masuk ke tubuh akan membawa provitamin B3, bersama dengan kolesterol di bawah kulit manusia B3 akan membentuk D3. Vitamin D3 juga memiliki fungsi antara lain, yaitu mencegah kanker dan penyakit autoimun. Jadi, konsep berjemur sebenarnya bukan untuk mematikan Covid-19, namun untuk meningkatkan imunitas tubuh manusia agar mampu melawan virus.